Wednesday, June 29, 2011

HUBUNGAN INTIM DOKTER DENGAN PASIENNYA


    Hubungan Intim Dokter dengan PasiennyaMenurut data dari penelitian yang baru-baru ini dilakukan, dokter dari negara Amerika Serikat cenderung terbuka, ketika dihadapi dengan topik pembicaraan mengenai hubungan romantis dan hubungan seksual dengan pasien yang mereka tangani. Menurut data yang ada, menunjukkan ada sebanyak 11,7% dokter yang berani mengaku pernah menjalin sebuah hubungan yang sangat khusus dengan pasien mereka.
    Berdasarkan penelitian tersebut ada sekitar 10 ribu dokter dari Amerika diberikan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan etika hubungan antara dokter dengan pasien mereka. Penelitian ini dilakukan oleh lembaga konsultasi medis online yaitu WebMD. Berdasarkan hasil data yang diperoleh mereka menemukan bahwa sebanyak 11,7% dokter telah mengaku dengan jujur pernah menjalin sebuah hubungan khusus bahkan sampai pada melakukan hubungan intim atau hubungan seksual dengan pasien tersebut. Tetapi kebanyakan dari dokter tersebut menunggu selama enam bulan setelah pasien melakukan pengobatan padanya.
    Sebenarnya anjuran dari etika kedokteran, seorang dokter seharusnya tidak boleh memiliki perasaan khusus pada saat pasien melakukan pengobatan dan konsultasi. Namun, akan menjadi berbeda ketika seorang dokter melakukan pertemuan dan berkencan di luar kegiatan pengobatan dan konsultasi, terutama bisa mereka akhirnya menemukan kecocokan, dan itu menjadi tidak masalah.
    Menurut banyak dokter di Amerika Serikat, ada sebanyak 83,1% dokter lainnya yang mengatakan bahwa dalam dunia medis dan percintaan sangat tidak diperbolehkan untuk bercampur baur. Sebab hal ini akan menyebabkan terjadinya sebuah eksploitasi yang akan berlebihan.
    Penelitian ini juga menghasilkan bahwa terdapat 23,3% dokter di Amerika Serikat akan memberikan sebuah ketentuan yaitu perpanjangan lama kehidupan pasien sebagai bentuk cara menenangkan pihak keluarga pasien.
    Hal yang buruk adalah terdapat 17% dari dokter yang menjadi sampel penelitian ini melakukan pemalsuan tentang gambaran kondisi pasien agar memperoleh uang asuransi. Ada sebanyak 5% dokter yang mengaku pernah melakukan penutupan kesalahan pada diagnosa medis yang mereka lakukan, meskipun ini dapat merugikan pasien tersebut.

No comments:

Post a Comment