Monday, July 25, 2011

Berbagai Cara PSK Menjual Diri Kepada Hidung Belang

    Tidak hanya restoran cepat saji yang menyediakan menu pahe (pakethemat). Konsep ini juga berlaku bagi wanita-wanita malam di Surabaya.Dengan begitu, konsumen bisa bebas memilih ‘menu’ dari wanita tersebutsesuai selera.

    Berdasarkan penelusuran, dunia prostitusi di kota pahlawan ini terusberkembang. Jika ingin murah meriah, tujuannya tentu lokalisasi Dollyyang menyediakan berbagai tipe pekerja seks komersial (PSK). Jika inginmendapat lebih baik, pilihan bisa jatuh ke cewek-cewek therapist ditempat sauna. Ingin yang high class, bisa mencari di sejumlah jaringantrafficking yang menyediakan mulai gadis ABG, anak kuliahan hinggamodel.

    Semua itu ada plus minusnya. Tergantung selera dan kekuatan dompetpria-pria hidung belang. Jika kelas Dolly cukup mengeluarkan Rp 100ribu-Rp 150 ribu untuk kencan dengan durasi 1-1,5 jam (short time).Bila di sauna, tentu uang yang dikeluarkan lebih banyak lagi. Selainmembayar layanan plus-plus therapist sebesar Rp 500 ribu, masih harusmelunasi tarif sauna dengan segala fasilitasnya di kisaran Rp 350 ribuhingga Rp500 ribu (standar). Jadi, paling tidak sekitar Rp 1 jutaan .

    Sementara untuk perempuan high class, tarifnya tentu lebih mahal. Dikisaran Rp 1 juta-2 juta. Belum termasuk biaya check in di hotel.Bahkan, biasanya perempuan-perempuan itu kerap minta dibelikan bajuatau asesoris fashion lainnya.

    Lalu, bagaimana jika ingin mendapatkan perempuan yang kualitasnya oke,tapi dengan tarif terjangkau? Dari sinilah muncul ide dari sejumlahcewek-cewek bispak (bisa dipakai), baik itu wanita pekerja malam maupunlainnya.

    Dari penelusuran, kerja mereka tanpa menggunakan mucikari atau germo.Justru menggunakan media yang sederhana tapi efektif, yakni internet.Ada yang melalui jaringan sosial facebook, chatting di Yahoo Messangerdan mIRC. Sebagian lain menggunakan fasilitas Blackberry Messanger(BBM).

    Ada beberapa pilihan ‘menu’ yang ditawarkan. Umumnya mereka menawarkantarif Rp 300 ribu dengan durasi waktu 2 jam. Ada juga yang mematoktarif dengan dasar berapa kali “main”. Jika ingin “main” 2 kali,tarifnya Rp 200 ribu. Kalau ingin nambah main 1 kali lagi, cukupmenambahkan Rp 100 ribu sehingga totalnya Rp 300 ribu. Tentu ini lebihmurah dan bisa main lebih savety.

    “Semua karena kebutuhan hidup. Jujur saya butuh uang. Siapa sih yangnggak kepingin HP baru, baju trendi. Apalagi, sekarang ini mau puasadan Lebaran,” ujar gadis asal Mojokerto berinisial RV, yang kerapberaksi melalui facebook dan Blackberry.

    Meski tempat tinggalnya di Mojokerto, gadis yang baru lulus SMA iniselalu melayani tamunya di Surabaya. Biasanya dia minta dijemput diTerminal Bungurasih sebelum akhirnya check in di hotel.

    Selain gadis ABG, ada juga yang dari kalangan karyawati sebuahperusahaan swasta di Sidoarjo. Dia berinisial RN yang tinggal tak jauhdari GOR Sidoarjo. Ia lebih suka mencari pelanggan lewat mIRC. Tapi diatetap harus punya akun facebook. Sebab, pria yang akan membookingnyapasti menanyakan facebook untuk melihat foto dirinya. Setelah cocok,baru komunikasi via HP untuk membuat kesepakatan check in di hotel mana.
    “Kalau gajiku cukup untuk merawat orang tua, saya tak akan bekerja kayak gini,” akunya. [source]

No comments:

Post a Comment