Wednesday, July 27, 2011

Murid Kelas 1 SMA Melahirkan Di WC

    Seorang pelajar kelas 1 SMA melahirkan janin di WC sebuah klinik gigidi Sukatani, Cimanggis, Depok, Kamis (28/4/2011) pagi. Pelajarberinisial Rat (16) itu datang ke klinik tersebut untuk memeriksakangiginya. Namun, sebelum menjalani pemeriksaan, Rat mengeluh sakitperut. Dia pun masuk ke WC klinik.

    Sepuluh menit kemudian, Heru, pasien lain yang hendak ke WC, mendengarsuara rintihan perempuan dari dalam WC khusus perempuan. Dia puncuriga, lalu mengetuknya. Mengetahui bahwa Rat bersimbah darah dalamkondisi lemas di dalam WC, dia pun melaporkan kejadian itu ke petugasklinik.

    Kasat Reskrim Polrestro Depok Komisaris Azhar Nugroho saat dihubungiWarta Kota mengatakan, begitu mendapat laporan ada kejadian ituanggotanya segera mendatangi klinik tersebut.

    "Saat ditemukan dia (Rat) dalam kondisi lemas karena perdarahan. Didugadia sengaja menggugurkan kandungannya dengan cara meminum pilpeluntur," ujarnya.

    Rupanya, pil yang ditelan Rat beberapa jam sebelumnya mulai bereaksisaat dia berada di klinik tersebut. Menurut Azhar, saat itu juga Ratbersama janin yang belum diketahui jenis kelaminnya itu dibawa ke RumahSakit Pusat Polri di Kramatjati, Jakarta Timur.

    "Kami khawatir dia masih mengalami perdarahan sehingga kami selamatkandulu. Sampai saat ini dia belum bisa dimintai keterangan," katanya.

    Polisi menduga janin tersebut merupakan hasil hubungan Rat dengan kekasihnya, mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Depok.

    "Kami masih mencari mahasiswa itu, tapi dia belum ditemukan," kata Azhar.

    Rat tercatat sebagai pelajar SMA di Depok. Warga Parung, KabupatenBogor, ini sampai tadi malam masih mendapat perawatan tim dokter.Seorang perawat mengatakan, kondisi Rat sudah mulai pulih, tetapi tidakmengetahui kondisi janinnya. Pasalnya, janin itu langsung dibawa polisike kamar jenazah.

    Menurut Azhar, belum banyak informasi yang diperoleh polisi karena Ratbelum bisa dimintai keterangan mengingat kondisinya masih lemah.

    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist MerdekaStrait berpendapat, orang yang bertanggung jawab dalam kasus tersebutadalah kekasih Rat sehingga polisi harus menangkapnya. Peristiwa itutidak akan terjadi kalau sang kekasih bertanggung jawab atas kehamilanRat.

    "Di dalam UU Perlindungan Anak, barang siapa yang melakukan hubunganbadan dengan anak di bawah umur atau di bawah 18 tahun, orang itumelakukan tindak pidana. Karena itu sang pacar harus ditangkap," kataArist.

    Dia menjelaskan, Rat tetap merupakan korban walaupun hubungan badanyang menimbulkan kehamilannya itu dilakukan secara suka sama suka. Olehsebab itu, pelajar tersebut harus mendapatkan perlindungan dari polisi.

    "Sekalipun suka sama suka atau bersekongkol, itu tetap tindak pidanakarena dalam UU Perlindungan Anak tidak ada klausul 'suka sama suka'.Siswi itu harus dilindungi. Kami akan turun tangan," ujarnya.

    Arist mengatakan, kasus kehamilan di luar nikah yang terjadi akibatperilaku seks bebas di kalangan pelajar sudah sangat parah. Menurutdata yang diperolehnya pada tahun 2010, dari 4.726 responden remaja SMPdan SMA di 12 kota besar di Indonesia, tercatat 93,7 persen sudahmelakukan hubungan badan. Kemudian 83 persen pernah menonton videoporno.

    "Memang sudah parah perilaku seks bebas atau radikalisme tentang seks di kalangan pelajar di Indonesia ini," katanya.

    Psikolog Mintarsih Latief menduga, pelajar tersebut melahirkan di WCklinik karena takut ketahuan. Apabila ketahuan, dia akan menjadi bahanejekan. "Jika melihat dari sisi psikologis, jelas pelajar itu takutketahuan. Berbeda jika sudah menikah pasti anak itu akan terbuka kepadaorangtuanya atau kepada orang terdekatnya," ujarnya.

    Mengenai apakah jabang bayi tersebut dibunuh atau tidak oleh pelajartersebut, Mintarsih mengatakan bahwa hal itu bisa diketahui dari usiakandungan. Apabila usia kandungannya masih muda, bisa jadi keguguran.Namun, jika kandungannya sudah matang atau sudah waktunya melahirkan,bisa jadi jabang bayi itu dibunuh.

    "Mungkin juga dia tidak periksa-periksa ke dokter sehingga tidak tahuancer-ancer waktu melahirkan. Nah, dia ke kamar mandi karena inginbuang air kecil, namun ternyata dia melahirkan," katanya. [source]

No comments:

Post a Comment